Mobile Legends membuka tahun 2026 dengan prestasi yang mencengangkan. Berdasarkan studi kasus terbaru dari Shikenso dan MOONTON, ajang M7 World Championship berhasil menghasilkan nilai brand mencapai €158,39 juta atau sekitar Rp2,9 Triliun. Angka ini melonjak tajam sebesar 37,7% dibandingkan edisi sebelumnya di M6, membuktikan bahwa daya tarik komersial MLBB semakin raksasa di kancah global.
Tidak hanya soal uang, MLBB juga mengukuhkan diri sebagai raja konten. M7 resmi menduduki peringkat pertama di Esports Charts sebagai turnamen dengan Peak Viewership tertinggi sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026. Dengan jumlah penonton serentak mencapai 5,68 juta jiwa, M7 mencatatkan diri sebagai turnamen esports mobile yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah.

Rahasia di balik meledaknya nilai sponsor ini adalah strategi integrasi yang cerdas. Kini, kerja sama brand tidak lagi sekadar pasang logo di layar, melainkan masuk langsung ke dalam battlefield map. Penonton tidak hanya melihat iklan, tapi merasakan pengalaman brand yang menjadi bagian dari kompetisi. Strategi ini terbukti efektif menyumbang 71,7% dari total nilai brand selama turnamen berlangsung.
Meski Asia Tenggara tetap menjadi mesin utama, M7 menunjukkan sinyal kuat pertumbuhan di pasar global. Siaran berbahasa Inggris tumbuh lebih dari 50%, menandakan minat pasar Barat yang mulai melirik MLBB. Menariknya lagi, penonton dari Thailand melonjak hingga 150% meskipun mereka tidak mengirimkan wakil tim, membuktikan bahwa MLBB sudah menjadi tontonan wajib bagi pecinta esports dunia.

Kesuksesan besar M7 menjadi batu loncatan untuk gelaran selanjutnya. M8 World Championship resmi diumumkan akan berekspansi ke luar Asia Tenggara untuk pertama kalinya, yaitu di Turki dan Thailand. Langkah ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-10 MLBB pada tahun 2026, sekaligus upaya memperluas dominasi mereka ke pasar Eropa dan Timur Tengah.