Riot Games resmi mengumumkan desain ulang sistem Global Revenue Pool (GRP) yang berujung pada penghapusan hadiah uang (prize pool) di kompetisi regional mulai musim esports 2026. Kebijakan ini akan berdampak pada liga-liga besar seperti LEC (Eropa), LCS (Amerika Utara), dan LCK (Korea Selatan).
Pihak Riot berargumen bahwa selama ini jumlah hadiah yang diterima pemain secara individu dari turnamen regional tergolong kecil, sehingga dana tersebut akan dialokasikan ke area lain yang dianggap lebih berdampak bagi keberlanjutan ekosistem esports League of Legends dalam jangka panjang.

Meskipun hadiah di tingkat regional dihapus, tim-tim tetap akan menerima dukungan finansial melalui sistem pembagian pendapatan (revenue sharing) yang sudah ada. Selain itu, Riot menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan memengaruhi turnamen internasional besar seperti First Stand, Mid-Season Invitational (MSI), dan World Championship (Worlds).
Hadiah untuk ajang dunia tersebut akan tetap tersedia dalam jumlah yang signifikan, seperti total hadiah Worlds yang mencapai $5.000.000 USD, untuk memastikan kompetisi tingkat tertinggi tetap kompetitif dan menarik.
Keputusan ini memicu reaksi beragam dari komunitas dan pemilik tim. Salah satunya adalah Arnold Hur, CEO Gen.G, yang menyayangkan penghapusan hadiah di LCK. Menurutnya, langkah ini menunjukkan upaya penerbit game untuk menekan biaya demi mencapai profitabilitas. Hal ini memaksa tim-tim profesional untuk lebih adaptif dalam mencari sumber pendapatan baru agar bisa bertahan di tengah perubahan model finansial yang dilakukan oleh Riot Games.