Trending News

Blog Post

Esports, League of Legends

Roster Murah Team WE Tumbangkan Raksasa LPL 

Roster Murah Team WE Tumbangkan Raksasa LPL

Kisah kemenangan tim underdog sangat jarang terjadi di kancah kompetitif League of Legends. Tim-tim papan atas dunia umumnya memiliki sumber daya melimpah dan sejarah panjang yang mampu memikat deretan pemain terbaik. Faktor inilah yang secara langsung menciptakan dominasi mutlak di dalam sirkuit turnamen, sehingga sangat sulit bagi tim penantang baru untuk menciptakan kejutan besar.

Selama lebih dari satu dekade, tim-tim asal Korea Selatan terus mendominasi kompetisi internasional secara konsisten, di luar beberapa tahun anomali dari perwakilan Eropa dan Tiongkok. Di tingkat domestik, dominasi serupa juga diperlihatkan oleh tim seperti G2 Esports di Eropa dan BLG di Tiongkok. Di tengah peta kompetisi yang cenderung monoton ini, kisah kebangkitan Team WE di LPL berhasil mencuri perhatian global.

Pada ajang LPL Split 2 tahun 2026 ini, kompetisi mengadopsi format baru di mana 14 tim dibagi ke dalam dua grup berdasarkan performa mereka di Split 1. Team WE secara mengejutkan mampu menyelinap masuk ke kelompok tim berkinerja baik, yaitu Group Ascend. Kelolosan ini berhasil mereka amankan berkat performa mengejutkan di babak playoff pada kompetisi Split 1 sebelumnya.

Meskipun berhasil menembus Group Ascend, Team WE sama sekali tidak diperhitungkan sebagai tim yang kuat di region Tiongkok. Skuad mereka musim ini dibangun dengan anggaran terbatas dan diisi oleh deretan pemain buangan yang dilepas oleh tim terdahulu karena dianggap kurang kompeten. Publik awalnya menilai bahwa tim berisi sekumpulan misfits ini hanya akan menjadi pelengkap slot di liga.

Prediksi buruk publik sempat terbukti benar ketika Team WE tampil sangat buruk di fase grup dan terlihat seperti tim terlemah di LPL. Karena berada di Group Ascend, mereka harus menghadapi tim-tim terbaik Tiongkok setiap minggunya hingga babak belur. Di akhir musim reguler, Team WE finis di posisi juru kunci dengan rekor kemenangan seri yang mengenaskan, yaitu 1-13 dengan win rate hanya 7%.

Beruntung, status mereka sebagai anggota Group Ascend membuat Team WE tetap berhak mendapatkan tiket menuju babak play-in. Untuk bisa melaju ke babak playoff utama, mereka harus berhadapan dengan LNG Esports yang merupakan tim terkuat dari Group Nirvana. Melalui duel sengit lima gim yang menegangkan, Team WE berhasil membalikkan ketertinggalan besar dan menang dengan skor tipis 3-2.

Kejutan besar sesungguhnya terjadi saat BLG, yang merupakan tim terbaik di Tiongkok saat ini, memilih Team WE sebagai lawan mereka di putaran pertama playoff. Di luar dugaan semua orang, Team WE justru tampil dominan dan sukses menumbangkan sang raksasa LPL dengan skor telak 3-1. Tren positif ini berlanjut di putaran kedua saat mereka melibas Anyone’s Legend 3-0 demi mengamankan tempat di Upper Bracket Finals.

Sebagai sebuah organisasi, Team WE tercatat sudah tidak pernah lagi lolos ke turnamen skala internasional sejak tahun 2017 silam. Kegagalan bertahun-tahun bahkan sempat membuat manajemen mengubah nama ikonik mereka dari ‘World Elite’ menjadi hanya ‘Team WE’. Sungguh puitis melihat bagaimana skuad yang awalnya tidak dianggap elit ini kini justru berpeluang membawa organisasi kembali ke masa kejayaannya.

Leave a Reply

Required fields are marked *