Di dunia League of Legends, ada pemain yang mengikuti meta, dan ada TheBausffs. Bergabungnya Simon Hofverberg ke dalam proyek ambisius Los Ratones (LR) bukan sekadar aksi publisitas untuk mendongkrak viewership. Di balik tawa dan istilah “solo bolo” yang ikonik, terdapat kecerdasan taktis yang kini menjadi mesin penggerak utama di balik dominasi Los Ratones di kasta tertinggi Eropa.
Banyak orang awam melihat gaya main Baus sebagai tindakan ceroboh atau sekadar mencari sensasi. Namun, secara statistik dan makro, Baus adalah seorang Mathematical Genius. Simon telah memvalidasi strategi Good Death, di mana ia seringkali memberikan kill kepada lawan demi mendapatkan keunggulan ekonomi melalui proxy farming, tekanan tower, dan manipulasi wave.
Bagi Los Ratones, Baus adalah pion pengalih perhatian. Ketika musuh mengirim dua hingga tiga pemain ke top lane hanya untuk menghentikan Sion atau Quinn miliknya, ia membuka ruang seluas samudera bagi pemain seperti Lider atau Rekkles untuk mengamankan objektif di sisi lain peta. Keunggulan Baus bukan terletak pada KDA yang cantik, melainkan pada Gold Per Minute (GPM) yang tetap tinggi meski sering mati, serta tekanan mental yang ia berikan kepada lawan yang dipaksa bermain di luar zona nyaman mereka.

Pengaruh bagi Los Ratones: Merusak Ritme Lawan
Apa yang dibawa Baus ke Los Ratones adalah ketidakpastian. Dalam format Best-of-One atau bahkan seri panjang, tim lawan seringkali gagap menghadapi gaya mainnya. Strategi tradisional LEC yang kaku seringkali hancur berantakan karena mereka tidak tahu cara merespons toplaner yang tidak takut mati tapi tetap unggul 50 minion di depan.
Pengaruh Baus bagi tim bisa dirangkum dalam tiga poin krusial:
- Drafting Nightmare: Lawan dipaksa membuang ban untuk champion spesifik seperti Sion, Gragas, atau Kled, yang memberikan ruang bagi sisa anggota LR untuk mendapatkan power pick mereka.
- Mental Warfare: Musuh seringkali merasa “menang” karena membunuh Baus berkali-kali, namun mereka baru menyadari kekalahan saat melihat inhibitor mereka hancur sementara Baus tetap tertawa di saluran suara.
- Shotcalling Unik: Bersama Caedrel sebagai pelatih, Baus menciptakan sinergi makro yang sangat cair. Ia tahu kapan harus menjadi martir dan kapan harus muncul sebagai monster yang tak terhentikan di late game.
Kesimpulan: Jantung dari Hiburan dan Kemenangan
Seberapa jago Baus? Ia berada di level di mana ia mampu mengubah fundamental cara permainan dimainkan. Bagi Los Ratones, Baus adalah asuransi kekacauan. Selama lawan masih sibuk mengejar bayangannya di top lane, Los Ratones akan terus melaju menuju puncak klasemen. Ia membuktikan bahwa di level kompetitif tertinggi pun, kreativitas dan keberanian untuk tampil beda adalah senjata yang lebih mematikan daripada sekadar mengikuti tren.
Seberapa Jenius Simon “BAUS” Hofverberg bagi Revolusi Los Ratones?