Dalam dunia League of Legends yang kompetitif, perubahan meta sering kali menggeser fokus kekuatan dari satu koridor ke koridor lainnya. Namun, bagi sang support jenius dari T1, Keria, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Menurutnya, terlepas dari patch atau strategi apa pun yang sedang populer, peran mid lane tetap menjadi role yang paling penting dalam menentukan alur pertandingan.
Keria berpendapat bahwa posisi mid lane yang berada tepat di tengah peta memberikan kendali strategis yang tidak dimiliki oleh koridor lain. Seorang mid laner yang tangguh tidak hanya bertugas memenangkan areanya sendiri, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung untuk membantu jungler serta memberikan tekanan ke arah top maupun bottom lane.

Kekuatan di area tengah memungkinkan sebuah tim untuk menguasai sungai (river) dan mengamankan objektif besar seperti Baron atau Dragon dengan lebih mudah. Jika mid lane berhasil ditekan atau kalah dalam fase laning, ruang gerak anggota tim lainnya akan menjadi sangat terbatas. Hal inilah yang mendasari keyakinan Keria bahwa fondasi kemenangan sebuah tim profesional selalu dimulai dari stabilitas di koridor tengah.
Pandangan ini juga menjelaskan mengapa T1 sering kali membangun strategi yang berputar di sekitar keunggulan lane tengah. Dengan memberikan ruang bagi mid laner untuk berkembang, posisi lain seperti support yang dimainkan Keria dapat bergerak lebih bebas (roaming) untuk menciptakan peluang di seluruh penjuru peta. Bagi Keria, mid lane bukan sekadar tempat mengumpulkan gold, melainkan jantung dari seluruh pergerakan tim.
T1 Keria: Mau Apapun Metanya, Saya Rasa Mid Masih Role Terpenting