Trending News

Blog Post

Tolak Banyak Tawaran Demi T1, Peyz Ungkap Alasan dan Tekanan Pakai Jersey Juara Dunia
Esports, League of Legends

Tolak Banyak Tawaran Demi T1, Peyz Ungkap Alasan dan Tekanan Pakai Jersey Juara Dunia 

Kepindahan Kim “Peyz” Su-hwan ke T1 merupakan salah satu bursa transfer paling panas di awal musim ini. Setelah sekian lama identik dengan warna emas dan hitam, kini sang marksman muda berbakat tersebut harus membiasakan diri dengan jersey merah-hitam milik sang juara dunia. Dalam wawancara mendalam bersama OSEN, Peyz merefleksikan bagaimana rasanya memulai babak baru dalam kariernya bersama organisasi paling ikonik di sejarah League of Legends.

Ada satu detail menarik di balik kepindahannya ini: Peyz mengungkapkan bahwa ia sebenarnya sempat menerima beberapa tawaran menarik dari tim lain selama masa offseason. Namun, ketika kesempatan untuk bergabung dengan T1 datang, ia tidak ragu untuk mengambilnya. Baginya, T1 bukan sekadar tim besar, melainkan tempat di mana ia bisa menguji batas kemampuannya di level tertinggi. Memilih T1 berarti siap menghadapi tantangan terbesar dalam karier profesionalnya.

Peyz tidak menampik bahwa mengenakan jersey T1 memberikan beban mental yang berbeda. Ada standar tinggi dan ekspektasi raksasa dari fans di seluruh dunia yang selalu menuntut kemenangan. Namun, Peyz justru melihat tekanan tersebut sebagai bahan bakar untuk tumbuh lebih cepat. Ia bercerita tentang proses adaptasinya di lingkungan T1 yang sangat profesional, di mana ia dituntut untuk langsung nyetel dengan para veteran yang sudah memiliki chemistry kuat selama bertahun-tahun.

Salah satu poin menarik dalam wawancaranya adalah saat Peyz membahas perasaannya ketika berhadapan dengan rival-rival lamanya di LCK. Menghadapi wajah-wajah familiar namun dari sudut pandang yang berbeda memberikan sensasi unik bagi pemain muda ini. Baginya, setiap laga—seperti saat melawan DRX baru-baru ini—adalah ujian konsistensi. Ia merasa pengalamannya di T1 sejauh ini telah mendorong batas kemampuannya sebagai seorang AD Carry ke level yang lebih tinggi.

Bagi kamu yang mengikuti LCK, melihat Peyz berseragam T1 mungkin masih terasa asing, namun keputusannya menolak tawaran lain demi T1 menunjukkan ambisi besarnya untuk menjadi bagian dari sejarah. Kini, ia memikul misi besar: memastikan era dominasi T1 tetap berlanjut. Pertanyaannya, mampukah ia menjaga konsistensi tersebut hingga panggung internasional nanti?

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *