Trending News

Blog Post

10 Fakta Menarik yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui Tentang Faker
Esports, League of Legends

10 Fakta Menarik yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui Tentang Faker 

Siapa yang tidak kenal dengan Lee ‘Faker’ Sang-hyeok? Sang Unkillable Demon King ini bukan lagi sekadar nama di papan skor, melainkan sinonim dari sejarah League of Legends itu sendiri.

Di saat banyak pemain seangkatannya sudah gantung mouse, Faker justru baru saja mengukuhkan takhtanya dengan gelar Worlds keenam di tahun 2025.

Namun, di balik dominasinya yang dingin di Summoner’s Rift, ternyata ada banyak sisi unik—mulai dari kebiasaan makan brokoli hingga statusnya sebagai bos besar di T1—yang jarang diketahui publik. Mari kita bedah 10 fakta luar biasa yang membuktikan mengapa Faker tetap menjadi GOAT yang tak tergantikan!


Bukan Sekadar Pemain, tapi Pemilik: Pada tahun 2020, Faker menandatangani kontrak yang menjadikannya part-owner (pemilik sebagian) dari organisasi T1 Entertainment & Sports. Ini menjamin masa depannya di tim bahkan setelah ia memutuskan gantung keyboard nanti.

Loyalitas yang Tak Terpatahkan: Faker adalah pemegang rekor karier terlama dalam satu organisasi di sejarah esports. Sejak debutnya tahun 2013 hingga kontrak terbarunya yang berlaku hingga 2029, ia tidak pernah berganti seragam selain T1 (sebelumnya SKT T1).

Aksi Makan Brokoli Legendaris: Setelah memenangkan Worlds 2015, Faker memakan sepotong brokoli mentah di atas panggung. Hal ini dilakukan sebagai janji kepada penggemar yang menyebut rambut keritingnya saat itu mirip dengan brokoli. Momen ini bahkan diabadikan Riot Games menjadi emoji di dalam game.

Bakat di Posisi Lain (Jungle): Meski dikenal sebagai Midlaner terbaik, Faker pernah menyatakan bahwa jika ia dipaksa berganti peran, ia akan memilih menjadi Jungler. Ia sering terlihat menguasai hutan saat bermain di Solo Queue.

Rahasia Nickname “Hide on bush”: Selain nama panggung Faker, ia menggunakan akun smurf legendaris bernama “Hide on bush”. Nama ini mencerminkan taktik favoritnya yang suka mengintai dari semak-semak untuk melakukan serangan kejutan.

Prinsip Tanpa Skin: Faker hampir tidak pernah menggunakan skin champion saat bertanding secara profesional. Ia lebih suka tampilan standar karakter tersebut. Uniknya, ia justru sudah memiliki 10 skin khusus yang dibuat Riot Games untuk menghormati kemenangannya (termasuk lini Hall of Legends).

Bintang Multimedia: Faker adalah selebriti arus utama di Korea Selatan. Ia sering muncul di acara variety show populer seperti Hello Counselor dan Running Man, bahkan pernah tampil bersama idol K-pop favoritnya, Red Velvet.

Teman Satu Sekolah dengan Deft: Faker dan Deft (Kim Hyuk-kyu) ternyata bersekolah di SMA yang sama, Mapo High School. Mereka memulai karier profesional di tahun yang sama (2013) dan telah menjadi rival abadi selama lebih dari satu dekade.

Sang Pengumpul Rekor (6 Trofi Worlds): Hingga akhir 2025, Faker adalah satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan 6 gelar Juara Dunia (Worlds). Ia juga menjadi pemain tertua yang pernah memenangkan turnamen tersebut di usia 29 tahun.

Pentakill yang Sangat Langka: Meski sangat mematikan, Faker hanya mencatatkan dua kali Pentakill sepanjang karier profesionalnya. Yang pertama terjadi pada 2015 menggunakan LeBlanc, dan yang kedua baru terjadi 10 tahun kemudian (2025) menggunakan Ahri saat melawan DRX.


Sepuluh fakta di atas hanyalah serpihan kecil dari perjalanan panjang seorang legenda yang tampaknya belum mau berhenti menulis sejarah. Dengan kontrak yang masih berjalan hingga 2029, kita beruntung masih bisa menyaksikan sihir dari jari-jemari Faker di tahun-tahun mendatang.

Pada akhirnya, Faker mengajarkan kita bahwa bakat mungkin bisa membawa seseorang ke puncak, tetapi loyalitas dan disiplinlah yang membuatnya abadi di sana. Jadi, apakah kalian tim yang tetap setia mendukung T1 sampai Faker pensiun, atau justru sudah tidak sabar melihat siapa yang bisa meruntuhkan dominasinya?

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *