Dunia League of Legends mungkin telah berganti meta ribuan kali, namun satu hal yang tetap konstan: Lee “Faker” Sang-hyeok. Tahun 2026 ini menandai tonggak sejarah luar biasa, yakni 13 tahun pengabdian sang Greatest of All Time (GOAT) di bawah panji satu organisasi yang sama, T1 (dahulu SK Telecom T1). Sebuah perjalanan yang bukan sekadar karier, melainkan sebuah warisan yang mendefinisikan esports global.

Semua bermula pada tahun 2013, ketika seorang pemuda pemalu dengan nama in-game “GoJeonPa” (kemudian berganti menjadi Faker) direkrut oleh SKT T1 K. Debutnya langsung mengguncang dunia saat ia melakukan solo kill terhadap Ambition, midlaner terbaik Korea saat itu.
Momen ikonik yang paling diingat tentu saja duel legendaris Zed vs Zed melawan Ryu di final OGN Summer 2013. Sejak saat itu, dunia menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan lahirnya fenomena baru yang kemudian dijuluki sebagai “Unkillable Demon King”.

Selama 13 tahun, Faker telah membangun lemari trofi yang mungkin tidak akan pernah terlampaui oleh pemain mana pun. Beberapa pencapaian kuncinya meliputi:
- 6 Gelar Juara Dunia (Worlds): 2013, 2015, 2016, dan kembalinya kejayaan yang emosional di tahun 2023, 2024, dan 2025.
- 10 Gelar LCK: Dominasi domestik yang menjadikannya penguasa mutlak di Korea Selatan.
- 2 Gelar MSI: Membuktikan taringnya di turnamen tengah musim berskala internasional.
- Medali Emas Asian Games: Mengukuhkan statusnya sebagai pahlawan nasional Korea Selatan di bidang olahraga elektronik.
Perjalanan Faker tidak selalu mulus. Kita semua ingat momen memilukan di Worlds 2017 saat ia tertunduk lesu setelah kekalahan di final, sebuah sisi manusiawi dari sang dewa. Namun, justru dari keterpurukan itulah legenda Faker semakin kuat.

Kemampuannya untuk tetap kompetitif di usia yang bagi banyak pemain esports dianggap “tua”, serta perannya memimpin talenta muda (Zeus, Oner, Gumayusi, Keria) merengkuh gelar juara dunia keempat di tahun 2023, menjadi bukti bahwa dedikasinya melampaui bakat mekanik semata.

Faker kini adalah wajah dari T1 dan League of Legends. Kesetiaannya pada satu organisasi selama 13 tahun adalah kelangkaan di industri esports yang penuh dengan perpindahan pemain. Ia adalah simbol profesionalisme, kerendahhatian, dan ambisi yang tidak pernah padam.