Esports World Cup (EWC) 2026 baru saja resmi merilis foto promosi terbaru mereka untuk menyambut gelaran akbar di Paris, Prancis tahun ini. Namun, perilisan tersebut langsung memicu perdebatan panas di kalangan komunitas League of Legends global. Pasalnya, pihak penyelenggara memilih ikon T1, Lee “Faker” Sang-hyeok, sebagai karakter utama yang terpampang paling menonjol di bagian depan poster promosi tersebut.
When pressure closes in, he remains untouched. pic.twitter.com/gOjEaMRoLp
— Esports World Cup (@EWC_EN) June 25, 2026
Keputusan visual ini langsung memancing tanda tanya besar dari banyak fans skena kompetitif. Netizen mulai mempertanyakan alasan di balik tidak terpilihnya para pemain dari Gen.G, khususnya sang midlaner, Chovy, sebagai wajah utama poster. Secara hierarki kompetisi, Gen.G merupakan juara bertahan yang sukses angkat trofi EWC tahun lalu, sedangkan T1 sendiri adalah juara pada edisi perdana di tahun 2024 silam.

Banyak pihak berspekulasi bahwa keputusan EWC ini murni didasari oleh strategi bisnis demi mendongkrak angka viewership turnamen secara instan. Rumor ini kian liar karena mengingatkan komunitas pada isu soal ENC. Kala itu, sempat berembus rumor bahwa Esports Foundation sempat “bergesekan” dengan KeSPA karena mereka bersikeras ingin memilih pemain tertentu—yang diduga kuat adalah Faker—demi mendongkrak penonton.
Pengamat esports juga melemparkan spekulasi lain mengenai strategi storytelling yang sengaja dibangun oleh pihak EWC. Menjadikan Faker sebagai sorotan utama dinilai sengaja dilakukan untuk membangun narasi “misi balas dendam” T1 yang ingin merebut kembali takhta mereka yang direbut oleh Gen.G. Narasi rivalitas klasik antara dua tim terbesar LCK ini dianggap jauh lebih menjual dan dramatis untuk menarik penonton.

Spekulasi terakhir berfokus pada kekuatan hak citra global dan daya tarik komersial yang dimiliki Faker di hadapan para sponsor besar Arab Saudi. Diakui atau tidak, pesona Faker dunia esports memiliki jangkauan pasar yang jauh melintasi batas komunitas League itu sendiri. Alhasil, pihak EWC diduga lebih memilih bermain aman secara pemasaran dengan memajang wajah sang legenda demi memuaskan eksposur para mitra bisnis mereka.
Stay connected