Trending News

Blog Post

Esports, VALORANT

Tanpa f0rsakeN dan monyet, Timnas VALORANT Indonesia Siap Tarung di Kualifikasi ENC 2026 

Tanpa f0rsakeN dan monyet, Timnas VALORANT Indonesia Siap Tarung di Kualifikasi ENC 2026

Langkah tim nasional VALORANT Indonesia untuk berlaga di panggung utama Esports Nations Cup 2026 harus dilalui dengan jalan yang lebih panjang. Berbeda dengan prediksi banyak pihak, Indonesia tidak termasuk dalam daftar 16 negara yang langsung lolos ke Riyadh untuk turnamen yang digelar pada 8-15 November mendatang.

Skuad Garuda diwajibkan bertarung terlebih dahulu melalui babak kualifikasi regional Asia Tenggara & Oseania (SEA & Oceania Qualifier) yang dijadwalkan berlangsung sangat singkat, yaitu mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2026.

Meskipun harus merangkak dari babak kualifikasi, Indonesia tetap serius dengan menurunkan komposisi tim yang sangat kompetitif. Posisi pelatih utama dipercayakan kepada Baskoro “roseaufy” Putra, yang saat ini aktif sebagai staf kepelatihan BOOM Esports di VCL SEA.

Untuk jajaran pemain, roseaufy memboyong tujuh talenta terbaik tanah air, yaitu David “xffero” Monangin, Bryan “Kushy” Setiawan, Sheldon “NcSlasher” Andersen, Alehandro “Nakya” Fabian, Rizkie “BerserX” Adla Kusuma, serta dua pemain yang kini merumput di VCT China, Moses “Splash” Jonathan dan Delbert “deLb” Tanoto.

Banyak analis menilai bahwa alasan utama mengapa Indonesia gagal mendapatkan undangan langsung ke Riyadh adalah karena absennya dua pilar bintang global mereka. Mega bintang milik Paper Rex, Jason “f0rsakeN” Susanto, serta pemain andalan Rex Regum Qeon, Cahya “monyet” Nugraha, dipastikan absen dari jajaran roster kali ini.

Kehilangan dua nama besar ini diakui cukup mereduksi daya gedor serta mentalitas pengalaman internasional tim di atas kertas, yang menjadi indikator penting dalam penilaian undangan langsung dari penyelenggara.

Kendati demikian, kekuatan Timnas Indonesia sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata karena masih ditopang oleh fondasi kokoh duo penggawa RRQ, xffero (Sentinel) dan Kushy (Initiator). Keduanya dipasangkan dengan duet maut lini depan dari BOOM Esports dan eks-BOOM, yakni Nakya, NcSlasher, serta BerserX yang musim ini membela Team Secret.

Sementara itu, Splash dan deLb yang sudah terbiasa dengan atmosfer kompetitif super ketat di sirkuit VCT China diproyeksikan siap menjadi senjata rahasia dari bangku cadangan jika strategi tim membutuhkan rotasi cepat.

Babak kualifikasi SEA & Oceania sendiri akan diikuti oleh delapan tim negara, di mana hanya tersedia dua slot emas untuk bisa terbang menuju babak utama di Riyadh November nanti.

Melihat komposisi pemain yang sarat pengalaman internasional, Indonesia tetap ditempatkan sebagai salah satu tim unggulan terkuat untuk lolos. Dengan sisa waktu kualifikasi yang sangat krusial ini, target mengamankan posisi dua besar menjadi harga mati demi membuktikan bahwa kualitas esports VALORANT Indonesia tetap berada di kasta tertinggi dunia.

Esports, VALORANT

Tanpa f0rsakeN dan monyet, Timnas VALORANT Indonesia Siap Tarung di Kualifikasi ENC 2026