Banyak tim esports terjebak dalam budaya “bakar duit,” namun Marc ‘Caedrel’ Lamont membuktikan hal berbeda melalui Los Ratones. Tim yang awalnya dianggap sebagai “content team” ini berhasil mencetak keuntungan berkat model bisnis yang direncanakan dengan matang. Sejak awal, Caedrel menegaskan bahwa ia tidak ingin membakar uang demi sebuah tim esports.
Keuntungan Los Ratones didistribusikan dengan sangat transparan. Sebanyak 60% dari seluruh pendapatan diberikan kepada para pemain. Dari angka tersebut, 50% dibagi rata kepada lima pemain bintang mereka, sementara 10% sisanya diberikan berdasarkan bonus performa.

Siapa saja yang merasakan “cuan” dari Los Ratones? Roster ini diisi oleh nama-nama besar seperti Simon ‘Baus’ Hofverberg, Velja, Nemesis, Crownie, dan sang legenda Martin ‘Rekkles’ Larsson. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan performa, tapi juga nilai jual yang tinggi bagi sponsor.
Dari mana uang itu berasal? Caedrel mengonfirmasi bahwa porsi terbesar pendapatan mereka berasal dari kerja sama sponsor. Selain itu, penjualan merchandise juga turut memberikan kontribusi pendapatan, meskipun jumlahnya tidak sebesar dari sektor sponsor.
Salah satu kunci profitabilitas Los Ratones adalah biaya operasional yang rendah. Selain gaji pemain, satu-satunya pengeluaran nyata yang dikeluarkan tim adalah untuk keperluan bootcamping. Hal ini sangat kontras dengan tim besar yang memiliki biaya manajemen sangat bengkak.
Meski menguntungkan, Los Ratones akhirnya resmi dibubarkan pada pertengahan Februari 2026. Caedrel merasa bahwa model tim konten ini memiliki batas waktu. Setelah memenangkan EU Masters dan berkompetisi di LEC Versus, ia merasa “kontennya sudah habis” dan tidak ada arah baru yang menarik untuk dieksplorasi.
The boys gave it their all, but it wasn't to be.
— LosRatones (@LosRatoneslol) February 8, 2026
Thanks for all the support. 🐀🖤 pic.twitter.com/MGV2X8q4SD
Meskipun fokus pada konten dan melakukan stream saat latihan (scrims), Los Ratones tetap kompetitif. Puncak kejayaan mereka terjadi di LEC Versus saat mereka berhasil menumbangkan juara bertahan LEC sekaligus finalis First Stand 2026, G2 Esports. Sebuah pembuktian bahwa tim komunitas bisa bersaing dengan elit.
Caedrel mengakui bahwa mengelola Los Ratones adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, namun sangat menyenangkan karena bisa melibatkan fans secara langsung. Meski model ini tidak berkelanjutan untuk jangka panjang, Los Ratones telah memberikan cetak biru baru bagi tim esports berbasis komunitas yang sehat secara finansial.