Trending News

Blog Post

Esports, League of Legends

Deft dan Rascal Resmi Jadi Analis Timnas League of Legends Korea Selatan 

Deft dan Rascal Resmi Jadi Analis Timnas League of Legends Korea Selatan

Dua mantan pemain profesional legendaris, Kim “Deft” Hyuk-kyu dan Kim “Rascal” Kwang-hee, resmi ditunjuk sebagai analis untuk tim nasional League of Legends Korea Selatan di ajang Asian Games 2026. Kabar ini sangat menarik perhatian karena keduanya saat ini sedang menjalani masa wajib militer aktif. Kendati tengah mengemban tugas negara di barak militer, keduanya dipastikan akan tetap bekerja intensif mendampingi timnas sepanjang turnamen berlangsung.

Keterlibatan aktif Deft dan Rascal di panggung olahraga ini kabarnya dapat terwujud berkat adanya regulasi khusus dalam sistem wajib militer Korea Selatan. Aturan tersebut mengizinkan personel aktif untuk mengambil cuti resmi demi agenda besar olahraga nasional. Karena Asian Games diakui sebagai kompetisi internasional resmi di bawah Komite Olahraga & Olimpiade Korea, para tentara ini diberikan izin rilis tugas sementara waktu untuk menyokong delegasi nasional.

Hadirnya dua nama besar ini diyakini akan memberikan suntikan taktis yang luar biasa bagi jajaran kepelatihan timnas League of Legends Korea Selatan. Deft, sang juara Worlds 2022, akan berfokus mengasah tekanan di botlane serta pengambilan keputusan krusial di fase late-game. Sementara itu, Rascal yang merupakan mantan toplaner tangguh akan menyumbangkan pengetahuan macro yang kuat, stabilitas lini, serta pemahaman terstruktur dalam skema teamfight.

Di bawah komando kepala pelatih legendaris Kang “Hirai” Dong-hoon, Korea Selatan kembali datang dengan status tim unggulan utama yang paling dihindari lawan. Asosiasi Esports Korea Selatan (KeSPA) telah menyusun daftar pemain All-Star bertabur bintang yang mengerikan. Lini pemain utama mereka akan diperkuat oleh kombinasi maut dari Zeus, Canyon, Zeka, Faker, Gumayusi, dan Keria yang siap menggilas siapapun di area Rift. Sebuah roster yang dianggap tim super dan jelas ditakuti lawan.

Ekspektasi publik terhadap tim ini berada di level tertinggi setelah pada edisi Asian Games 2022 lalu mereka sukses menyapu bersih medali emas tanpa kalah satu seri pun. Dengan masa persiapan yang lebih panjang, KeSPA sengaja memperluas tim analis termasuk memboyong Deft dan Rascal untuk fokus mematangkan sistem drafting serta bedah kekuatan lawan. Di tengah persaingan sengit, target selain medali emas akan dianggap sebagai sebuah kegagalan besar.

Leave a Reply

Required fields are marked *