Trending News

Blog Post

Faker Laporkan Pro Player LPL “Feather” Akibat Trolling di Ranked Match
Esports, League of Legends

Faker Laporkan Pro Player LPL “Feather” Akibat Trolling di Ranked Match 

Sang “Unkillable Demon King”, Lee “Faker” Sang-hyeok, kembali menjadi pusat perhatian komunitas League of Legends global. Kali ini bukan karena prestasinya di panggung turnamen, melainkan ketegasannya dalam menghadapi perilaku tidak sportif di High-Elo Solo Queue server Korea.

Faker secara terbuka melaporkan dan mengkritik Feather, pemain profesional dari tim LPL (Tiongkok) ThunderTalk Gaming (TT), yang kedapatan melakukan trolling saat bermain dalam satu tim dengan Faker.

Insiden ini terjadi dalam sesi streaming Faker baru-baru ini. Saat itu, Feather (menggunakan akun Restschnee #2003) bermain sebagai Rakan di tim yang sama dengan Faker. Ketegangan memuncak ketika Faker menyadari bahwa Rakan miliknya tidak memberikan bantuan (cover) dalam momen-momen krusial dan justru terlihat sengaja membiarkan permainan berjalan tanpa kontribusi.

Puncaknya, Feather kedapatan melakukan AFK (Away From Keyboard) di area top lane saat permainan masih berlangsung. Faker yang dikenal sangat menjunjung tinggi integritas permainan, tidak bisa menahan kekecewaannya.

“Beberapa pemain pantas di-ban setiap dua pertandingan. Bermain seperti ini sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat terhadap permainan itu sendiri,” ujar Faker saat melakukan pelaporan lewat sistem in-game.

Faker tidak hanya melaporkan sekali, melainkan dua kali untuk memastikan pihak Riot Games dan LCK memperhatikan perilaku tersebut. Poin-poin yang ditekankan Faker adalah:

  1. Negative Attitude (Sikap negatif)
  2. Unsportsmanlike Gameplay (Permainan tidak sportif)
  3. Leaving/AFK (Meninggalkan pertandingan)
  4. Ping Manipulation/Abuse (Penyalahgunaan ping)

Kejadian ini menghidupkan kembali perdebatan lama mengenai kualitas Ranked Match di server Korea yang sering dirusak oleh oknum pemain profesional dari wilayah lain (khususnya LPL) dan sindikat judi online.

Sebelumnya, Faker pernah mengancam akan memboikot Solo Queue jika Riot Games tidak menindak tegas para “pemain titipan” atau pro player yang bermain setengah hati. Pada tahun 2022, insiden serupa melibatkan pemain TES, Qingtian, yang berakhir dengan denda besar dan larangan bertanding.

Mengingat reputasi Faker dan sorotan media yang masif, nasib Feather kini berada di ujung tanduk. Organisasi LPL dikenal sangat ketat terhadap perilaku pemainnya di luar lapangan. Jika terbukti bersalah, Feather terancam:

  • Denda finansial yang besar dari organisasi atau liga.
  • Larangan bertanding (Suspension) dalam beberapa seri di LPL.
  • Penghapusan akun “Super Account” di server Korea secara permanen.

Hingga saat ini, pihak ThunderTalk Gaming maupun manajemen LPL belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan pemainnya tersebut. Namun, komunitas memprediksi hukuman berat akan segera dijatuhkan untuk menjaga hubungan antar-liga.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *