Perjalanan emosional tim Witchcraft di ajang EMEA Masters resmi berakhir setelah mereka harus mengakui keunggulan G2 Nord di babak Group Stage. Kekalahan ini memastikan Witchcraft tereliminasi lebih awal, sebuah hasil yang cukup mengejutkan mengingat tim ini dihuni oleh sebagian besar mantan pemain Los Ratones.
Reuni para talenta berbakat yang sudah memiliki basis penggemar besar ini awalnya memicu ekspektasi tinggi di kalangan komunitas, namun panggung EMEA Masters memberikan realitas yang berbeda.
Hal yang paling mencuri perhatian adalah fakta bahwa Witchcraft baru saja resmi terbentuk selama sepuluh hari sebelum kompetisi dimulai.
The rumors are true… it's Witchcraft time, baby! 😈
— Witchcraft (@lol_witchcraft) March 4, 2026
Presenting our 2026 Witchcraft roster, competing in EMEA Masters. pic.twitter.com/0at6hkIe0Z
Meski diperkuat oleh para veteran eks Los Ratones yang sudah memiliki pondasi chemistry lama, waktu persiapan yang sangat singkat terbukti menjadi kendala utama dalam membangun strategi yang solid untuk menghadapi tim mapan seperti G2 Nord.
Intensitas persaingan di level regional ini menegaskan bahwa pengalaman kolektif di masa lalu tetap memerlukan waktu adaptasi yang cukup agar bisa kembali kompetitif di level tertinggi.
Meskipun harus pulang lebih awal, keberadaan para mantan penggawa Los Ratones di bawah bendera Witchcraft memberikan dinamika tersendiri bagi turnamen tahun ini. Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi mendalam bahwa di level profesional, nama besar dan sejarah panjang tidak selalu bisa menutupi minimnya waktu latihan tim.
Bagi para penggemar, tereliminasinya Witchcraft menjadi pengingat bahwa kekompakan yang matang seringkali menjadi faktor penentu yang jauh lebih besar daripada sekadar reuni talenta di atas kertas.
Gagal Ulang Kesuksesan, Witchcraft yang Dihuni Eks Los Ratones Gugur di EMEA Masters