Ryu Min-seok, atau yang lebih kita kenal sebagai Keria, adalah sosok yang berhasil mengubah wajah posisi Support di dunia League of Legends. Lahir di Busan pada 14 Oktober 2002, pemuda yang dikenal pemalu ini memulai perjalanannya sebagai trainee berbakat di tim DRX.
Sejak awal kemunculannya di panggung LCK pada tahun 2020, Keria langsung mencuri perhatian karena ia bukan tipe support tradisional yang hanya duduk di belakang melindungi rekan setimnya. Ia adalah seorang agresor dengan mekanik luar biasa yang mampu mengubah jalannya pertandingan lewat keputusan-keputusan instan yang sangat jenius, sehingga ia pun mendapatkan julukan sebagai “The Monster Support.”

Karier Keria semakin meroket saat ia memutuskan untuk bergabung dengan raksasa esports dunia, T1, pada tahun 2021. Di sana, ia tidak hanya menjadi rekan duet yang sempurna bagi Gumayusi di bot lane, tetapi juga menjadi pilar penting bagi strategi tim bersama sang legenda, Faker.

Keria dikenal sebagai “profesor” di Summoner’s Rift karena keberaniannya memilih champion yang tidak biasa untuk peran support, seperti Caitlyn atau Ashe, demi menghancurkan meta lawan. Meski sempat mengalami masa-masa sulit dan kegagalan menyakitkan di babak final, dedikasinya terbayar lunas saat ia akhirnya berhasil mengangkat trofi juara dunia di Worlds 2023, sebuah pencapaian yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah.
Di luar hingar-bingar arena pertandingan, Keria tetaplah seorang pemuda yang rendah hati dan memiliki sisi emosional yang sangat tulus. Ia sering kali tidak ragu menunjukkan air mata di depan publik, baik saat merasakan pahitnya kekalahan maupun indahnya kemenangan, yang justru membuat para penggemar merasa sangat dekat dengan kepribadiannya.
Keria mengaku dirinya adalah seorang introvert yang lebih suka menghabiskan waktu luang dengan mendengarkan musik atau menonton konten hiburan. Menariknya, ia juga merupakan penggemar berat grup K-Pop seperti NewJeans, sebuah sisi manusiawi yang sangat kontras dengan permainannya yang “buas” dan tanpa ampun saat sudah duduk di kursi kompetisi.

Keria dikenal sebagai salah satu Bunnies (sebutan fans NewJeans) paling ikonik di dunia esports. Motivasi terbesarnya menjuarai Worlds 2023 bahkan sempat menjadi bahan candaan sekaligus penyemangat nyata, yaitu agar bisa bertemu langsung dengan grup besutan ADOR tersebut yang menjadi pengisi lagu tema di babak final. Momen pertemuan mereka di panggung setelah T1 angkat piala pun viral, di mana Keria yang biasanya “buas” di game mendadak berubah menjadi pemuda pemalu dan canggung saat berfoto bersama para member.
Di luar panggung, kecintaannya pada NewJeans sering ia tunjukkan saat live streaming dengan memutar lagu-lagu mereka sebagai penghilang stres setelah latihan berat. Fans sering menyandingkan kemiripan wajahnya yang seperti kucing dengan Haerin, yang kabarnya merupakan member favoritnya. Bagi Keria, menjadi penggemar NewJeans adalah sisi manusiawi yang membuatnya tetap rileks di tengah tekanan tinggi sebagai pemain profesional, sekaligus menjadi warna unik yang makin mendekatkan dirinya dengan para penggemar.
Pada akhirnya, Keria membuktikan bahwa seorang juara dunia tidak harus selalu terlihat kaku dan serius. Di balik gelar “Monster Support” yang ditakuti lawan, ia hanyalah seorang pemuda yang menemukan kebahagiaan sederhana melalui musik NewJeans. Perpaduan antara kejeniusan di dalam Rift dan kepribadiannya yang tulus sebagai seorang penggemar inilah yang membuat Keria menjadi sosok yang tidak hanya dihormati sebagai atlet, tetapi juga dicintai sebagai inspirasi bagi generasi baru di dunia esports.