Bayangkan sebuah era di mana lima pahlawan perkasa harus berbagi satu ekor keledai ringkih untuk menyambung nyawa. Di zaman itu, kurir adalah barang mewah yang keberadaannya sangat krusial, namun ironisnya, kehadirannya sering kali menjadi sumbu awal perpecahan keluarga di dalam tim.
Pada menit-menit awal, terjadilah perdebatan filosofis mengenai siapa yang wajib membeli kurir. Support beralasan uangnya habis untuk Ward, sementara Carry bersikeras bahwa setiap keping emasnya adalah investasi masa depan. Hasilnya? Tim sering kali bermain tanpa kurir hingga menit kelima karena tidak ada yang mau mengalah.

Bagi seorang Midlaner, kurir adalah hak milik pribadi yang tidak boleh diganggu gugat. Mereka merasa memiliki otoritas absolut untuk menarik kurir kapan pun demi sebuah Bottle atau Healing Salve, peduli setan jika rekan di lane bawah sedang sekarat dan butuh bantuan logistik yang sama mendesaknya.
Puncak dari segala komedi satir ini adalah fenomena “kurir bingung”. Saat kamu bru saja memesan barang, tiba-tiba ikon kurir berbelok arah karena rekan setim menekan tombol pengiriman untuk kepentingannya sendiri. Tarik-ulur ini terus berlanjut hingga sang kurir hanya berputar-putar di tengah sungai seperti kehilangan arah hidup.

Tidak cukup hanya membeli kurir, tim harus patungan lagi untuk “menyekolahkan” sang keledai agar memiliki sayap. Tanpa peningkatan ini, kurir berjalan sangat lambat, menjadikannya sasaran empuk bagi musuh yang sedang berburu Gold tambahan melalui pembantaian logistik tim kamu yang tak berdaya.
Saat kurir tunggal itu mati, dunia seolah berhenti berputar. Seluruh barang yang sedang dibawa, termasuk item kunci yang sudah ditabung selama sepuluh menit, terkunci di dalam jasad sang kurir. Di momen inilah, lima orang dewasa akan mulai saling mencari kambing hitam di kolom percakapan dengan penuh amarah.

Di era tersebut, kurir juga sering disalahgunakan sebagai alat protes. Saat seorang pemain merasa kesal karena tidak dibantu, ia akan sengaja mengirim kurir ke markas musuh untuk “disedekahkan”. Sebuah tindakan pasif-agresif yang menandakan bahwa kemenangan bukan lagi tujuan utama, melainkan kehancuran bersama.
Kini, Valve telah memberikan kemewahan berupa satu kurir gratis untuk setiap pemain. Kita tidak perlu lagi mengemis pada Support atau berebut dengan Carry. Namun, kemudahan ini membuat kita lupa betapa berharganya koordinasi dan pengorbanan kecil yang dulu harus kita lakukan demi seekor keledai terbang.
Mari kita berikan penghormatan terakhir bagi seluruh kurir tunggal yang pernah gugur demi mengantar sebotol air ke midlane. Mereka adalah saksi bisu betapa egoisnya kita di masa lalu, sekaligus pengingat bahwa kemenangan besar sering kali dimulai dari kerelaan untuk berbagi satu ekor keledai yang sama.