Riot Games secara resmi memperkenalkan Riftbound, sebuah permainan kartu fisik (Trading Card Game atau TCG) yang diadaptasi dari semesta League of Legends. Berbeda dengan banyak TCG baru yang mencoba langsung bersaing dengan raksasa seperti Magic: The Gathering atau Pokémon, fokus utama Riot melalui Riftbound adalah untuk memikat para penggemar setia League of Legends terlebih dahulu.
Eksekutif Produser Chengran Chai menjelaskan bahwa tim desain ingin menciptakan sebuah pengalaman kompetitif yang terasa familiar bagi pemain MOBA, namun tetap menawarkan keunikan dalam bentuk fisik yang bisa dikoleksi dan dimainkan secara tatap muka.

Salah satu alasan di balik pendekatan ini adalah pelajaran yang dipetik dari Legends of Runeterra (permainan kartu digital Riot). Dalam pengembangan Riftbound, Riot berupaya meminimalkan hambatan bagi pemain baru yang mungkin belum pernah menyentuh TCG sebelumnya.
Mekanisme permainan dirancang sedemikian rupa agar elemen ikonik dari League, seperti pemilihan Champion dan strategi penguasaan wilayah, tetap menjadi inti permainan. Alih-alih hanya mengandalkan keberuntungan dalam menarik kartu, Riftbound lebih mengedepankan interaksi sosial dan kemampuan berpikir strategis yang tajam, serupa dengan nuansa kompetisi di dalam Rift versi digital.
Lebih lanjut, Riot juga menekankan pentingnya aspek sosial dan komunitas dalam permainan ini. Riftbound dibangun untuk dimainkan bersama teman, baik dalam format duel satu lawan satu maupun mode multipemain yang lebih kacau dan menyenangkan.

Dengan membawa karakter-karakter populer ke dalam bentuk kartu fisik, Riot berharap bisa menciptakan momen-momen berkesan yang terjadi di meja makan atau toko hobi, jauh dari layar komputer.
Bagi Riot, kesuksesan jangka panjang Riftbound tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi dari seberapa baik mereka mampu memperkuat hubungan antara para penggemar dengan karakter dan dunia Runeterra melalui media yang nyata dan dapat dikoleksi.