Dunia kompetitif LCK Cup 2026 mendadak gempar setelah T1 harus rela terlempar ke Lower Bracket usai ditundukkan BNK FearX dengan skor telak 1-3. Pelatih legendaris kkOma memang sudah angkat bicara dan secara jantan mengakui adanya ‘salah strategi’, namun komunitas tidak lantas menelan penjelasan itu mentah-mentah.
Di balik pengakuan tersebut, muncul teori konspirasi yang liar: apakah T1 benar-benar blunder, atau ini adalah langkah catur jenius untuk menghindari ‘Kryptonite’ mereka, Gen.G, demi jalur yang lebih aman?

Komunitas yakin T1 sengaja “mengatur” posisi mereka agar tidak bertemu Gen.G terlalu dini di Upper Bracket. Alasannya simpel:
- Kryptonite T1: Sejak 2023, Gen.G adalah musuh bebuyutan yang punya rekor pertemuan sangat dominan atas T1 di kompetisi domestik (LCK). Pertemuan dini melawan Chovy dkk. berisiko langsung melempar T1 ke Lower Bracket dengan mental yang jatuh.
- Lower Bracket Buff: T1 dikenal sebagai tim yang justru makin mengerikan saat punggung mereka menempel ke dinding. Jalur Lower Bracket memberikan mereka lebih banyak waktu bertanding untuk mematangkan meta sebelum akhirnya (mungkin) bertemu Gen.G di Final.
Jika kita percaya pada pengakuan kkOma, “salah strategi” ini kemungkinan besar merujuk pada dua hal teknis:
- Banned/Pick yang Terlalu Statis: T1 tampak kewalahan menghadapi lane swap dan agresi early game BNK FearX. kkOma mungkin terlalu fokus memberikan comfort pick (seperti Azir untuk Faker) tanpa memperhitungkan bahwa BNK FearX sudah menyiapkan counter yang sangat spesifik.
- Meremehkan Agresi Lawan: kkOma mengakui arah strategi mereka salah karena mereka berekspektasi BNK FearX akan bermain pasif dan mencoba membawa game ke late game. Nyatanya, T1 justru digilas lewat skirmish cepat yang tidak bisa mereka bendung.

Komunitas curiga karena kkOma sangat tegas bilang “Ini bukan eksperimen”. Di dunia Pro Scene, saat seorang pelatih legendaris sekelas kkOma bilang “salah strategi” setelah kalah dari tim yang secara kertas di bawah mereka, hanya ada dua kemungkinan:
- T1 sedang mengalami krisis identitas meta (yang sering terjadi di awal musim).
- KkOma sedang melindungi pemainnya. Dengan menyalahkan “strategi”, dia menarik semua hujatan netizen ke arah dirinya sendiri, sehingga Faker, Doran, dan yang lain bisa fokus main di Lower Bracket tanpa beban mental.
Apakah T1 sengaja kalah? Kemungkinannya kecil. Sebagai tim profesional sebesar T1, kalah 1-3 dari BNK FearX tetaplah tamparan keras bagi branding mereka. Namun, apakah mereka “menikmati” keuntungan tidak bertemu Gen.G lebih awal? Pasti.
Turunnya T1 ke Lower Bracket justru membuat turnamen ini makin menarik. Musuh-musuh di bawah sekarang harus menghadapi “Monster” yang sedang lapar dan punya alasan untuk memperbaiki kesalahan mereka.
Pada akhirnya, entah ini sebuah kesalahan strategi yang jujur atau bagian dari rencana besar untuk ‘kabur’ dari hadangan Gen.G di fase awal, T1 kini berada di posisi yang sangat akrab bagi mereka: Lower Bracket. Sejarah telah membuktikan bahwa saat terdesak, mental juara T1 justru seringkali meledak lebih dahsyat.
Jika kkOma berhasil memperbaiki ‘salah strategi’ yang ia maksud, maka tim-tim di bawah harus bersiap menghadapi kemarahan sang raja yang sedang terluka. Menurut kalian, apakah ini benar-benar blunder, atau T1 sedang bermain 4D Chess untuk mengamankan trofi dengan cara yang paling dramatis?
T1 Masuk Lower Bracket: Apakah kkOma Benar-Benar Salah Strategi, atau Sengaja 'Lari' dari Gen.G?