Sejarah kelam baru saja tercipta bagi sang juara dunia bertahan. T1 secara mengejutkan tereliminasi dari LCK Cup 2026 setelah dikalahkan oleh Dplus KIA dalam drama Reverse Sweep yang berakhir dengan skor 3-2.
Kekalahan ini sangat memukul penggemar karena T1 sebenarnya sempat unggul telak 2-0 di awal seri. Namun, untuk pertama kalinya sejak tahun 2016 (saat mereka kalah dari KT Rolster), T1 gagal mempertahankan keunggulan dua poin tersebut dalam format Best-of-Five, sebuah catatan merah yang sudah bertahan selama satu dekade.
This is the first time T1 has been reverse swept since they were reversed by KT in 2016. It’s the first reverse sweep ever by Dplus KIA. No one believed in them. No one thought they could do it. They had their backs against the wall and didn’t give up. True competitors!
— Wolf Schröder (@proxywolf) February 22, 2026
Akibat hasil ini, Faker dan kawan-kawan dipastikan absen dari ajang internasional First Stand 2026.
Penyebab kekalahan T1 dalam tiga game terakhir menjadi sorotan tajam, terutama dari sisi pengambilan keputusan dan drafting. Pelatih kepala T1, kkOma, mengakui bahwa timnya gagal memanfaatkan momentum saat berada dalam posisi unggul.
Meskipun T1 mendominasi dua game awal, Dplus KIA yang dipimpin oleh sang veteran ShowMaker justru tampil lebih lepas saat punggung mereka sudah di ujung tanduk.
P U R E E L A T I O N !
— LCK (@LCK) February 22, 2026
🔊 Listen in as DK pull off the REVERSE SWEEP to earn their spot at the 2026 #LCK CUP Finals weekend! pic.twitter.com/vmmLagSG6J
Kebangkitan DK dimotori oleh performa luar biasa dari Lucid dan Career yang tampil penuh emosi setelah sebelumnya sempat kesulitan menghadapi tekanan T1 di fase grup.
Analisa kekalahan T1 juga menyoroti bagaimana tim ini kehilangan ketajaman di fase late-game pada tiga game terakhir. Dplus KIA berhasil mengeksploitasi celah dalam komunikasi T1, terutama saat memenangkan teamfight krusial yang membuat alur pertandingan berbalik 180 derajat.

Sorakan haru menyelimuti kubu Dplus KIA, terutama bagi pemain seperti Smash dan Career yang akhirnya mampu membuktikan ketangguhan mental mereka melawan tim legendaris tersebut.
Sementara itu, bagi T1, absen dari final LCK Cup dan turnamen internasional pertama tahun ini menjadi sinyal bahwa status “tak terkalahkan” mereka kini benar-benar terancam oleh regenerasi pemain muda Korea yang semakin haus akan gelar.