Dalam dunia kompetitif League of Legends, sangat jarang ditemukan pemain yang mampu mempertahankan performa di level tertinggi selama lebih dari satu dekade. Namun, Han “Peanut” Wang-ho adalah pengecualian.
Dikenal dengan senyum ramahnya yang kontras dengan gaya permainannya yang “kejam” di Rift, Peanut telah berevolusi dari seorang rookie yang agresif menjadi salah satu pemimpin paling cerdas di LCK.

Lahir pada 3 Februari 1998 di Korea Selatan, Peanut mulai menarik perhatian dunia esports saat ia bergabung dengan NaJin e-mFire pada tahun 2014 di usia yang sangat muda yakni 16 tahun. Nama “Peanut” dipilih karena ia merasa nama tersebut terdengar imut, namun permainannya di lapangan justru jauh dari kesan tersebut.
Kekalahan memang menyakitkan, tapi itu bukan akhir dari segalanya. Selama kamu masih memiliki kemauan untuk belajar dari kesalahan tersebut, kamu sebenarnya sedang melangkah menuju kemenangan berikutnya.—Peanut
Ia baru benar-benar meledak saat bergabung dengan ROX Tigers pada tahun 2016. Di sinilah identitas Peanut terbentuk: seorang Jungler agresif yang gemar melakukan counter-jungle, menggunakan champion seperti Nidalee dan Lee Sin untuk mengacak-acak pertahanan lawan sejak menit pertama.

Perjalanan Peanut adalah peta jalan tim-tim elit dunia. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain yang pernah membela hampir semua organisasi besar di Korea:
- ROX Tigers (2016): Masa keemasan di mana ia memenangkan LCK Summer 2016 dan mencapai semifinal Worlds 2016 dalam pertandingan legendaris melawan SKT T1.
- SK Telecom T1 (2017): Bergabung dengan Faker, Peanut memenangkan MSI 2017 dan menjadi Runner-up Worlds 2017. Di sini ia mulai belajar menyeimbangkan agresi dengan permainan tim.
- Kingzone DragonX & Gen.G (2018-2019): Terus mendominasi domestik namun sempat mengalami penurunan performa di kancah internasional.
- LGD Gaming (2020 – LPL): Peanut mencoba peruntungan di Tiongkok. Ia berhasil membawa LGD kembali ke Worlds setelah bertahun-tahun absen, membuktikan bahwa kemampuannya lintas region.
- Nongshim RedForce & Kembali ke Gen.G (2021-2023): Peanut bertransformasi menjadi Shotcaller ulung. Ia memimpin Gen.G mematahkan dominasi T1 dengan meraih tiga gelar LCK berturut-turut (Three-peat).
- Hanwha Life Esports (2024-Sekarang): Peanut terus membuktikan tajinya dengan membawa HLE menjadi penantang gelar juara yang serius di LCK.
Koleksi trofi Peanut adalah salah satu yang paling lengkap di dunia:
- Juara LCK: 6 kali (Bersama ROX, SKT, Kingzone, dan Gen.G).
- Juara Mid-Season Invitational (MSI): 2017 (SKT T1).
- Finalis World Championship: 2017.
- KeSPA Cup: Juara 2016 dan 2018.
- First Stand 2025: Mewakili Hanwha Life Esports.
- Runner Up Asian Games 2018: Mewakili Korea Selatan.

Fakta Menarik & Trivia
- The “Nut” Meme: Komunitas sering menyebut “Nutty” atau “Peanut Gap” saat ia berhasil mengungguli Jungler lawan secara telak.
- Evolusi Gaya Main: Dulu ia dikenal sebagai Carry Jungler murni. Sekarang, ia dianggap sebagai salah satu Objective Controller dan Shotcaller terbaik, seringkali memenangkan game lewat kecerdasan rotasi daripada sekadar adu mekanik.
- Pemain Seribu Tim: Peanut adalah salah satu pemain yang paling sering berganti tim namun hampir selalu berhasil membawa tim tersebut masuk ke babak playoff atau turnamen internasional.
- Kedekatan dengan Fans: Meskipun sudah menjadi veteran, Peanut tetap menjadi salah satu pemain paling populer karena kepribadiannya yang ceria dan rendah hati saat diwawancara.
Peanut bukan sekadar pemain berbakat; ia adalah simbol ketahanan. Di tengah banyaknya pemain muda yang datang dan pergi, Peanut tetap tegak berdiri sebagai “otak” di dalam tim. Ia telah membuktikan bahwa meskipun mekanik mungkin melambat seiring usia, kecerdasan dalam membaca permainan adalah senjata yang tidak ada habisnya.
Peanut: Legenda Hidup Jungle League of Legends Korea