Trending News

Blog Post

Dota 2, Esports

Kisah Loda Ambil Alih Kursi CEO Alliance demi Lepas dari Ketergantungan Juara 

Kisah Loda Ambil Alih Kursi CEO Alliance demi Lepas dari Ketergantungan Juara

Nama Jonathan “Loda” Berg tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta skena kompetitif Dota 2 sebagai legenda yang berhasil menjuarai The International 3 (TI3) bersama Alliance pada tahun 2013 lalu. Namun, setelah lebih dari satu dekade berlalu, sosok ikonik ini kini berada di posisi yang sangat berbeda, yaitu sebagai CEO dari organisasi yang ia besarkan tersebut.

Dalam wawancara terbarunya di Global Esports Industry Week bersama Linda Güster, Loda membagikan kisah emosional mengenai transisinya dari seorang pemain menjadi seorang eksekutif tertinggi perusahaan.

Perjalanan Alliance sebagai sebuah organisasi nyatanya tidak selalu berjalan mulus. Setelah sempat diakuisisi oleh Amazon melalui Twitch pasca masa kejayaan mereka, Alliance justru sempat terjebak dalam pembekuan ekspansi karena masalah regulasi kepemilikan industri oleh sang induk perusahaan.

Merasa tidak mendapatkan bimbingan dan mentor yang sempat dijanjikan di awal, Loda akhirnya mendorong proses negosiasi untuk mengambil kembali brand Alliance secara mandiri pada tahun 2016, sebuah langkah langka yang bahkan diakui pihak Amazon belum pernah terjadi sebelumnya.

Loda kemudian resmi menjadi co-owner pada tahun 2016, namun ia mulai merasa manajemen kala itu tidak memahami cara membangun bisnis esports yang sehat. Ia sempat merasa terprovokasi ketika manajemen berdalih tidak bisa mendapatkan sponsor hanya karena tim sedang tidak memenangkan turnamen.

Menurut Loda, jika sebuah organisasi harus selalu menang untuk mendapatkan mitra, maka organisasi tersebut tidak memiliki model bisnis yang kuat. Tantangan terbesar baginya adalah bagaimana cara membangun sebuah brand yang jauh lebih besar dan bertahan lama daripada sekadar hasil pertandingan individu para pemainnya.

Puncak krisis terjadi pada awal tahun 2018 ketika Loda mengalami kejenuhan hebat akibat keputusan draf pemain yang ia sesali hingga membuatnya rehat total selama enam bulan. Saat kembali, ia mendapati Alliance berada di kondisi yang sangat kritis dan hanya berjarak tiga bulan dari kebangkrutan.

Diperhadapkan pada pilihan antara melanjutkan karier sebagai pemain profesional di tim lain dengan gaji tinggi atau menyelamatkan Alliance, Loda memilih bertahan demi cinta kepada fans dan stafnya. Ia mendatangi dewan direksi dan meminta kendali penuh tanpa kompromi politik sebagai CEO sekaligus ketua dewan direksi pada awal 2019.

Kini, selain menjabat sebagai CEO, Loda juga turun langsung ke lapangan untuk membantu divisi CS2 mereka sebagai head of performance saat turnamen berlangsung. Ia mengakui bahwa kemampuannya dalam memahami kebutuhan pemain akan terasa sia-sia jika ia hanya berdiam diri di balik meja kerja mengurus dokumen CEO

Loda juga tidak menampik bahwa ia sering kali harus mengambil keputusan bisnis yang akan ia benci jika ia masih menjadi seorang pemain, seperti menjual pemain demi kelangsungan organisasi. Baginya, proses belajar ini masih panjang, namun ia merasa beruntung bisa kembali berada di dekat para pemain di lantai turnamen.

Dota 2, Esports

Kisah Loda Ambil Alih Kursi CEO Alliance demi Lepas dari Ketergantungan Juara