G2 Esports berhasil menjaga asa dan napas wilayah LEC di panggung Mid-Season Invitational (MSI) 2026 lewat cara yang luar biasa dramatis. Menghadapi raksasa asal Tiongkok, Top Esports (TES), di babak Bracket Stage, sang nomor satu Eropa ini sukses mempertontonkan aksi bangkit dari kubur (comeback). Kemenangan epik ini sekaligus mengamankan posisi mereka untuk terus melaju di bagan atas (Upper Bracket).
Jalannya pertandingan pada awalnya sama sekali tidak berpihak kepada armada G2 Esports setelah mereka langsung tertinggal dengan skor telak 0-2 terlebih dahulu. Kendati berada dalam posisi kritis yang sangat menegangkan, Caps dan kawan-kawan sama sekali tidak memperlihatkan kepanikan di atas panggung. Mentalitas baja tersebut menjadi modal utama mereka untuk menyusun ulang strategi dan fokus.

G2 secara mengejutkan berhasil membalikkan semua prediksi pengamat dengan menyapu bersih tiga game sisa secara berturut-turut tanpa ampun. Eksekusi makro taktik yang disiplin serta keunggulan dalam fase pertempuran tim (teamfight) membuat Top Esports kelabakan. Perubahan tempo permainan yang cepat dari G2 sukses mengubah papan skor menjadi 3-2 untuk kemenangan perwakilan Eropa.
Usai pertandingan bersejarah tersebut selesai, sang penembak jitu (AD Carry) andalan G2, Steven “Hans Sama” Liv, meluangkan waktu untuk sesi wawancara bersama RFT.GG. Secara terbuka, Hans Sama mengakui bahwa timnya memang sempat mengawali seri pertandingan dengan sangat lambat pada dua game pertama, yang menyebabkan mereka dengan mudah ditekan oleh pola permainan agresif TES.
Meskipun sempat telat panas, Hans Sama menjelaskan bahwa koordinasi serta komunikasi di balik layar berjalan dengan sangat positif. Jeda waktu sebelum memasuki game ketiga dimanfaatkan dengan baik oleh jajaran pelatih untuk membenahi kesalahan draf dan mentalitas pemain. Keberhasilan memetik kemenangan di game ketiga diakuinya menjadi pemicu utama kembalinya kepercayaan diri tim.

Kemenangan mutlak lewat jalur full reverse sweep ini menjadi sebuah pesan dan pengingat keras dari G2 Esports kepada seluruh komunitas League of Legends dunia. Mereka membuktikan bahwa G2 bukanlah tim yang bisa diremehkan begitu saja meskipun sudah berada di ambang kekalahan. Karakteristik pantang menyerah ini kembali menegaskan status mereka sebagai ancaman nyata bagi tim-tim Asia.
Alih-alih terlarut dalam euforia kemenangan atas TES, Hans Sama mengungkapkan bahwa fokusnya saat ini sudah langsung beralih ke laga berikutnya. Ia mengaku sangat mengantisipasi dan tidak sabar untuk melakoni duel koridor bawah (bot lane) yang sengit melawan AD Carry T1, Gumayusi. Pertemuan kedua penembak jitu papan atas ini diprediksi akan menjadi magnet utama di babak selanjutnya.
Melangkah ke babak kualifikasi berikutnya dengan modal kemenangan reverse sweep memberikan suntikan moral dan momentum yang sangat masif bagi G2 Esports. Dengan atmosfer tim yang sedang berada di titik tertinggi, G2 siap menyuguhkan kejutan draf dan performa terbaiknya guna membakar panggung MSI 2026 dan membawa pulang trofi internasional ke Eropa.
Hans Sama Ingin Kalahkan Gumayusi di MSI 2026
Stay connected