Trending News

Blog Post

Kritik Keras CEO Gen.G Soal Seleksi Timnas Asian Games
Esports, League of Legends

Kritik Keras CEO Gen.G Soal Seleksi Timnas Asian Games 

Pengumuman roster resmi Timnas League of Legends Korea Selatan untuk Asian Games 2026 oleh KeSPA menyisakan kejutan besar. Keputusan komite untuk memilih Zeus (HLE) di posisi Top Lane dan meninggalkan Kiin (Gen.G Esports) memicu perdebatan panas. Oomisi Kiin dinilai tidak adil oleh banyak fans, hingga memancing reaksi keras langsung dari sang CEO Gen.G.

Melalui akun X pribadinya, CEO Gen.G Esports, Arnold Hur, secara vokal melayangkan kritik tajam terhadap kriteria seleksi KeSPA. KeSPA berdalih pemilihan didasarkan pada “metrik individu mendalam” seperti solo kills, DPM (Damage per Minute), KDA, hingga selisih gold. Namun, Arnold menilai indikator tersebut sangat bias dan kurang melihat konteks permainan tim.

Arnold menjelaskan bahwa Kiin adalah tipikal pemain weakside sejati yang rela bermain dalam kondisi sulit demi memberikan ruang bagi rekan setimnya untuk bersinar. “Setiap pilihan itu membuat DPM rekannya naik, bukan DPM miliknya. Dia mengorbankan catatan statistiknya demi kondisi kemenangan tim (win condition) di setiap game,” tegas Arnold dalam pernyataannya.

Sepanjang musim ini, Kiin memang sering diplot menggunakan champion minim resources namun berdampak besar, seperti Sion dan Renekton. Arnold juga menyayangkan KeSPA yang kurang melihat luasnya champion pool Kiin, padahal sang top laner tercatat sudah memainkan 19 champion berbeda sepanjang musim ini, membuktikan fleksibilitasnya yang luar biasa.

CEO Gen.G tersebut mengklarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak meragukan talenta atau kelayakan Zeus. Ia sepakat bahwa Zeus adalah pemain kelas dunia yang pantas mendapatkan tempat. “Para pemain bukanlah masalahnya. Alat ukurnya yang bermasalah,” jelas Arnold, menegaskan bahwa sistem penilaian KeSPA-lah yang cacat secara struktural.

Sebagai poin tambahan, Arnold Hur juga mempertanyakan logika KeSPA yang memilih untuk mengabaikan performa pemain di ajang internasional sekelas MSI dalam proses evaluasi. Seperti yang diketahui, KeSPA kabarnya hanya berfokus menilai performa pemain dari kompetisi LCK domestik, Worlds, dan turnamen lokal KeSPA Cup saja.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *