Trending News

Blog Post

Sang Pangeran Baru di Singgasana T1, Peyz
Esports, League of Legends

Sang Pangeran Baru di Singgasana T1, Peyz 

Dunia kompetitif League of Legends dikejutkan dengan pergerakan transfer paling berani di awal musim ini: bergabungnya Kim Su-hwan, atau yang lebih dikenal dengan nama Peyz, ke dalam skuad legendaris T1.

Mengisi posisi AD Carry di tim paling ikonik sepanjang sejarah bukanlah perkara mudah, namun bagi Peyz, tantangan ini tampak seperti takdir yang sudah digariskan. Dengan aura yang tenang namun mematikan, ia datang bukan sekadar untuk menjadi pelapis, melainkan untuk mengukir sejarah baru di samping sang raja, Faker.

Keputusan T1 untuk merekrut Peyz bukanlah tanpa alasan yang kuat. Setelah kepergian Gumayusi yang meninggalkan lubang besar di bottom lane, T1 membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki kemampuan mekanik tinggi, tetapi juga stabilitas mental untuk bermain di bawah tekanan jutaan pasang mata.

Peyz dipilih karena ia adalah definisi dari “modern ADC”; ia mampu bermain sangat agresif saat dibutuhkan, namun tetap disiplin dalam menjaga posisi (positioning). Kemampuannya untuk tetap tenang di momen-momen krusial (clutch) menjadikannya kandidat paling sempurna untuk menjaga tradisi juara T1.

Seberapa jago seorang Peyz? Statistik dan trofi yang ia raih di usia muda berbicara sendiri. Sejak debutnya, Peyz telah menunjukkan dominasi yang jarang terlihat pada pemain baru. Ia memiliki insting tajam dalam membaca pergerakan musuh, memungkinkannya untuk melakukan damage maksimal dalam setiap pertempuran tim (teamfight).

Banyak analis menyebutnya sebagai pemain dengan “tangan Tuhan” karena ketepatannya dalam menggunakan skillshot dan kecepatannya dalam bereaksi terhadap bahaya. Di bawah bendera T1, bakat mentah ini diprediksi akan berevolusi menjadi kekuatan yang sulit dihentikan oleh tim manapun di dunia.

Jauh sebelum ia mengenakan seragam kebanggaan T1, perjalanan Peyz dimulai dari kecintaan yang mendalam terhadap gim sejak usia dini. Lahir pada 5 Desember 2005, Peyz adalah salah satu bakat paling bersinar dari akademi Gen.G.

Menariknya, kecemerlangannya sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah; ia dikenal sebagai pemain “rank tinggi” yang sering menghuni posisi puncak di ladder Korea.Berkat dukungan penuh dari keluarganya yang memahami potensinya, ia memutuskan untuk fokus sepenuhnya di dunia esports.

Kedisiplinannya dalam berlatih dan kemampuannya untuk belajar dengan cepat membuatnya naik kelas dari tim akademi menuju tim utama dalam waktu singkat, hingga akhirnya ia mendarat di pelukan T1.

Jika HASAGI ditanya, lebih jago siapa antara Peyz dan Gumayusi? Jawabannya adalah, mengingat pengalaman serta ketenangan mental di panggung dunia, Gumayusi masih unggul dalam hal jam terbang, namun Peyz memiliki potensi mekanik murni yang bisa melampaui siapapun di masa depan.

Peyz kini berdiri di ambang babak baru dalam kariernya. Dengan bakat alami yang luar biasa dan dukungan dari organisasi sebesar T1, dunia sedang menantikan apakah ia mampu membawa trofi Summoner’s Cup kembali ke markas besar T1.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *